Skip to main content

Posts

Cerita Pagiku Saat Berangkat Kerja

Pagi ini aku melihat sepasang suami istri yang baru menikah, dengan fisik istrinya yang mengembung cc Hamil, aku lihat sekilas kakinya membengkak, tangan mebengkak, dan bahkan mungkin karena pengaruh masa kehamilan ia tak berdandan sekalipun, tak terlihat solekan riasan di wajahnya. Tak terlihat polesan lipstik di bibirnya. Suaminya tengah menunggu antrian untuk mengisi tangki bensin, ia berada di antrian di depan sepedaku. Aku yang sembari menunggu, mungkin sedang melihat dan berkaca dengan diriku di masa mendatang cc Mungkin ya. Suami tadi terlihat mengeluarkan uang serstusan dari dompetnya, segera membayar ke petugas pombensin, dan setelah terisi bensin ia memajukan motornya menyilahkan antrian selanjutnya aku,. Istrinya tampak mengenakan seragan kantor, aku tebak ia bekerja di sebuah lembaga pemerintahan. Sedangkan suaminya aku rasa sedang dan hanya bertugas mengantarkannya ke kantor, di massa seperti itu peran suami sangat penting untuk sigap ada untuk sang istri, jaga jaga s...

Kini Ku Tahu Bagaimana Jadi Ibu

Kini ku tahu Tuhan bagaimana jadi Ibu Bagaimana ibu dengan kuat dan tegar tanpa mengeluh Bagaimana ibu tanpa air mata menjalaninya Bagaimana ibu berusaha tegar atas segala takdir yang diberikan Tuhan Kini ku tahu bagaimana jadi Ibu Tugasnya tak terbatas Begitu luas Mencangkup semua ranah di Kehidupan keluarga kecil kami Ibu sesederhana ia Sesempurna ia Seberarti ia bagiku Pagi datang menyambut harinya Dengan tugas menanak nasi Menyiapkan Masakan untuk Kami Menghaturkan Banten setiap pagi Mencuci baju Mencuci piring Menyapu halaman dan mengerjakan tugas kerjaannya selaku penjahit lalu tugas utamanya merawatku sewaktu aku kecil Lalu Ibu? Bagaimana bisa kau begitu tegar tak mengeluh Bu Begitu kuat Aku yang sekarang menggantikan tugasmu Seakan ingin berteriak tak sanggup Terlalu lelah dan penat kurasa Bu dan Kau sanggup Tuhan berkati Para Ibu-ibu di dunia ini termasuk Ibuku yang dengan setiap tanpa mengeluh mengerjakan Tugasnya Bahkan disaat sakit ini...

Demi Ibu

Demi Ibu yang sudah memberikan banyak hal, tak terhingga jumlahnya, tak terperi kasih dan sayangnya. Demi Ibu yang relakan masa umurnya untuk mencintai dan mengasihi anak dan keluarganya dengan sepenuh Hati. ____ Demi Ibu Hal yang aku berikan tak mampu membandingi pemberian darinya padaku yang melebihi luasnya lautan Hal yang aku suguhkan untuknya tak mampu menyaingi apa yang telah ia suapi pada mulut ini hingga aku dewasa kini ____ Demi Ibu Segenggam perjalanan ini, selalu ku landaskan demimu Ibu Segenggam doa ini selalu untukmu Ibu, meski ku tahu Doa-doaku tak akan cukup untukmu yang selalu mendoakanku dalam setiap helaan nafasmu ___ Demi Ibu Aku akan sehat untuk bisa selalu menyayangi dan mencintaumu Bu Aku akan kuat demi selalu bisa menemani tubuhmu yang kian menua Aku akan bahagia agar ibu juga bahagia selalu akan senyumku ___ Demi Ibu Sehat selalu ya Bu Panjang Umur ya Bu karena banyak hal yang ingin aku lakukan untukmu Bu, Bahagia selalu ya Bu, kapanpun diman...

Menulis tanpa research dan data, Apa jadinya?

Hai, sembari nunggu lagi service sepeda, kali ini aku mau ngebahas tentang hal yang aku lakuin sekarang yaitu "Menulis" Sebenarnya apa itu menulis? Hal apa yang akan kamu ceritakan dalam tulisanmu? Apa yang membuatmu tergerak untuk menulis? Serta sederet pertanyaan lain yang akan muncul dalam perjalanan menulis. Btw menulis juga ada kaidah-kaidahnya, yah yang kalau kamu benar-benar niatkan, akan ada beberapa kaidah yang harus kamu terapkan dalam tulisan kamu. Hal sederhananya misalkan kaidah huruf besar setelah titik, tanda baca koma disaat akan menjeda tulisan, dsb. Itu adalah tata fisik dari tulisan, lalu bagaimana dengan makna yang akan kamu sampaikan dalam tulisan kamu, misalkan tulisan yang saya buat ini. Saya yakin kamu tentunya akan menarik dan yakin dengan suatu bacaan jika tulisan tersebut berdasar atas data dan fakta yang diselipkan disetiap argumen. Bukankah begitu? Karena berdasarkan apa yang aku rasakan. Jika aku membaca sebuah tulisan yang hanya berdasar arg...

Hai Jepang

Hai Jepang Negara yang membuatku melabuhkan mimpiku di tanahnya. Negara yang membuatku terpana akan kemajuan serta keunikan adat istiadat negara maju tersebut. Meski begitu aku mencintai Bali, Indonesia. Daerah dimana membuatku bertumbuh Lalu beranjak dewasa, ia juga ingin merasakan bagaimana bisa bertumbuh di negara tersebut, Jepang Bukan dari mana kamu berasal, tapi kemana kamu akan menuju...

Kepada Rindu yang Mengakar Sendu

Kepada rindu yang mengakar sendu Kepada rindu yang ingin berpulang Desiran angin membuatnya kelabu Seakan ingin penantiannya berlabuh . Dia menanti jika rindu kan terobati Lewat temu yang menjadi satu Sepenggal kisah perjalanan mereka menjadi saksi, betapa cinta mengakar kuat begitu indah Membuat terpana setiap langkah Hingga akhirnya Ia merindu lagi

Ilusi Jarum Kompas Yang Tak Tahu Arah

sumber: 1mhowto.com Boleh Kutanya? Apa tujuan dari hidup ini sebenarnya? Ketika kamu tak memiliki impian. Ketika kamu tak memiliki tujuan. Peta ini tanpa arah mata angin, ia tak tahu dimana Utara, dan jika Tahu, terbelesit pertanyaan dalam hatinya, kenapa ia harus ke Utara? Jarum kompas yang tak tahu arah mata angin. Dalam sebuah analogi, mati tak segan, hidup tak mampu. Hai kenalkan, bagi yang ingin tahu. Aku seorang Putri dan jarum kompas yang tak tahu arah mata angin itu. Hidup diantara makhluk hidup namun tak bisa bahagia dalam bertumbuh, maturity ku agak kacau psikologis dan mental. Parah. Kehidupan, suatu anugerah yang diberikan Tuhan kepada ciptaanya. Namun dalam hidup ini Ia harus berjuang, berjuang mencari air dan berfotosintesis, berjuang mencari makan, berjuang bekerja, berjuang belajar, berjuang mencari dan saling membahagiakan. Beribu untaian kalimat bersarang di benakku “Aku Rindu”, “Aku Sepi dalam keramaian ini” “Apa yang salah jika a...