Skip to main content

Posts

Pernikahan dalam Varna ashrama dharma

 Pernikahan Tidak Memberikan Perlindungan yang Maksimal Kecuali Jika Pria Memiliki Kualifikasi Strī-dharma — 12 Percakapan Esensial (Bagian 5 dari 12) Mengapa gelar “suami” tidak secara otomatis berarti perlindungan Pernikahan dapat memberikan perlindungan, tetapi bukan perlindungan secara ajaib. Itu bergantung pada karakter pria, budaya keluarga, dan kekuatan dukungan di sekitar wanita. Itu juga bergantung pada sikap suami. Sebagai contoh, Srila Prabhupada secara pribadi menyampaikan sumpah mempelai pria selama ceramah pernikahan di New Vrindavana, pada tanggal 4 Juni 1969: "Kṛṣṇa-bhāmini… telah lama berada di bawah pengawasan kami. Sekarang kami menyerahkannya kepada Anda. Anda menerimanya sebagai istri Anda dan merawatnya sepanjang hidupnya. Sekarang kami menyerahkannya kepada Anda. Anda menerimanya sebagai istri Anda dan merawatnya sepanjang hidupnya, tidak hanya secara materi tetapi juga secara spiritual untuk kemajuan kesadaran Kṛṣṇa kita. Anda berkata: ‘Ya, saya menerima Kṛ...
Recent posts

Wejangan Hidup dalam kehidupan berumah tangga

 Semua orang menikah ingin memiliki anak Tetapi dalam alur prosesnya nanti tetap saja nanti akan diberikan bhakti meskipun sudah diberikan Tuhan sebagai putra beliau supaya kita mengerti dan tidak ada keraguan untuk pulang ke dunia rohani karena diluar jangkauan kita terima sebagai pengetahuan saja tetapi bekal pengetahuan ini juga bagian bagian hidup yang bisa kita mengerti sebelum seorang wanita dinikahi dinamakan pradana setelah menikah dinamakan prakerti  kalau bisa diupayakan kita butuh kestabilan terus melakukannya jadi untuk bisa menghilangkan kecemasan jadi faktor waktu itu sangat menentukan sudah berapa lama kamu melakukan japa ini sudah berapa lama kamu melakukan shadana dalam kesadaran krsna dengan disiplin bangun pagi mangala arati  japa tentu saja nama suci bisa menyucikan sangat cepat tapi tergantung kita juga berapa lama kualitasnya itu perlu waktu dan latihan seiring dengan waktu karena proses penyucian itu tidak segera dengan serta maka perlu kesabaran...

Wejangan Kehidupan Sang Pemberi Pembebasan

5.14.32 Srimad Bhagavatam Skanda 5 Bab 14 Shloka 32 kvacid drumavad aihikärthesu grhesu ramsyan yathä vänarah suta-dära-vatsalo vyaväya-ksanah. Terjemahan : Just as a monkey jumps from one tree to another, the conditioned soul jumps from one body to another. As the monkey is ultimately captured by the hunter and is unable to get out of captivity, the conditioned soul, being captivated by momentary sex pleasure, becomes attached to different types of bodies and is encaged in family life. Family life affords the conditioned soul a festival of momentary sex pleasure, and thus he is completely unable to get out of the material clutches. Sama seperti monyet yang melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, jiwa yang terkondisi melompat dari satu tubuh ke tubuh lainnya. Seperti monyet yang akhirnya ditangkap oleh pemburu dan tidak dapat keluar dari penangkaran, jiwa yang terkondisi, karena terpikat oleh kenikmatan seksual sesaat, menjadi terikat pada berbagai jenis tubuh dan terkur...

Pagi hariku pelayanan pada Tuhan

Sudah berjalan sekiranya 3 minggu seingat ingatan aku jalani pelayanan pada Tuhan dengan cara yang sudah di instruksikan dalam Kitab. Bangun Pagi belajar sebelum jam 4 Pagi, jadi tadi pagi aku bangun jam 3 pagi. Mengumandamkan suara atau mantra mantra nama Tuhan sebanyak 108 kali dalam 1 putaran di kalikan 16 Putaran. Jadi dalam 1 jam aku baru dapat menyelesaikan 8 putaran mengucapkan mantra nama suci Tuhan. Berbegas membasuh diri menyucikan diri dengan air, memakaikan tilak di 12 bagian dengan nama-nama suci tuhan sehingga badan sebagai tempat bersemayamnya tuhan menjadi bersih, dan ini aku baru belajar jadi belum sempurna. Lalu bergegas membersihkan tempat suci Tuhan, menghias tempat Tuhan dengan bunga jepun yang aku minta di tetangga depan rumahku, seorang nenek yang tinggal bersama kedua anak laki lakinya yang tidak menikah dan sudah hampir paruh baya. Lalu memberikan Tuhan segelas air susu dan semangkok buah jeruk, dengan daun yang suci di atasnya. Di jam 4.16 itu sampai jam 4.46 ...

Wejangan Kehidupan melalui Uraian Guru Kerohanian yang Bonafide

Kata śiva berarti "yang maha baik".  nitai ... nitai narottama Dewa Viṣṇu mengurus orang-orang yang merupakan Vaiṣṇava yang sadar akan Kṛṣṇa tingkat lanjut, dan Dewa Brahmā mengurus orang-orang yang sangat terikat pada aktivitas material, tetapi Dewa Śiva begitu baik hati sehingga Dia mengurus orang-orang yang berada dalam kebodohan yang besar dan yang perilakunya lebih rendah daripada hewan. Karena itu Dewa Śiva secara khusus disebut penuh berkah. Orang-orang yang telah berlindung kepada Kṛṣṇa selalu damai; mereka tidak pernah dikutuk oleh siapa pun, dan mereka juga tidak berusaha mengutuk siapa pun. Itulah posisi transendental. Tujuan dari hidup mengingat hal hal yang indah dari Krsna Badan manusia terdiri dari 24 unsur Bhagawatam skanda 3 bab 24 sloka 31-32 Buku lautan manisnya rasa bhakti Melayani Tuhan Etika: Istri duduk disebelah kiri karena ia di ayomi oleh suami disebelah kanan Ibu duduk disebelah kanan karena ibu senantiasa menjaga anak disebelah kanan Bunga vaijayan...

Moderat Kunci Menjalani Hidup Dengan Seimbang

  Atas ijin Tuhan dan Sang Hyang Aji Sarasvati, aku tulis tulisan ini.  Moderat sebuah ungkapan kata yang aku dengar dari seorang penyembah Tuhan, beliau mengatakan untuk hidup seimbang dan balancing bahasa inggrisnya. Seimbangkan diri sebagai manusia, tidak hanya menjadi bersembahyang kepada Tuhan terus hingga melupakan diri sehingga jadi sakit. Namun, ingatkan diri untuk istirahat juga karena sehat yang utama agar kita bisa tetap melakukan pelayanan bhakti kepada Tuhan kita.  Tuhan memberikan kita waktu. Lalu siapa itu waktu? Sebuah pertanyaan yang sangat memerlukan pemahaman tentang keberadaan sang waktu.  Sepersekian detik tidak bisa kembali ke waktu sebelumnya. Tuhan maha hebat mengatur hal itu. Jadi sampai sini kalian tahu waktu itu siapa? Waktu adalah perwakilan daripada Tuhan Tuhan memberikan waktu agar kita menggunakan waktu kita untuk kegiatan-kegiatan yang Tuhan sukai. Apa saja itu?  1. Mengucapkan nama suci Tuhan Seperti seseorang yang memiliki kekas...

Cerpen 21+ : Malam Itu

 ~ Melaju Sepulang kerja letih panas terik menyekit, rok span terasa begitu sesak ditambah kerongkongan yang menjerit kehausan, mengendarai motor Bebek pemberian ayahnya Evi tiba di depan gerbang, dan belum apa-apa segera turun menuju ruang dapur dan mengambil sebotol air mineral dingin didalam freezer. "glek..glek...glek" duhhh leganya. kring.... hape android Samsungnya berbunyi "Haloo Traa, ada apa ?" sahut putri sambil  menjepit ponsel ditelinganya dengan lenggannya, karena kedua jemarinya tengah mencari charger di dalam tas kerjanya. "Ke Kuta mau?" sahut Putra dengan suara lembutnya. Dia laki-laki yang polos yang pernah Evi temui.  " Sekarang ? " Respon Evi terkejut, karena dia bukan seseorang yang suka tiba-tiba tanpa rencana. " Iya, km free kan? ini Sabtu jadi refreshing lah dari penatnya urusan kantor kamu itu " Putra meledek, karena sebelumnya Evi sempat cerita ke Putra kalau seminggu ini Evi pusing dengan urusan BPK yang menany...