Skip to main content

Posts

Showing posts from 2021

Our journal start with and from this moment

For the first, thank you My Lord Krishna . Thank you for my biggest family and yours Family 19 July 2021 Start from this moment when you with your family come to my house to meet my parents and family for creating our statues become wife and husband.  Thank you ❤️ My love :) Ready for the next step.... 

Tak lagi Memaksa

 Si perfectionist dan Alpha girl  Terlalu berat untuk dijalani dengan terpaku pada alur harus begini, harus begitu. Sampai-sampai tanpa sadar Alpha girl ini menyiksa dirinya sendiri.  Kini salah seorang sahabat yang tuhan karuniakan dikehidupannya menasehati.  "Kamu serahin aja semua jalannya pada Tuhan" "Jika ujungnya kamu bahagia syukurlah, namun jika ujungnya sedih, anggep aja itu buah dari karma" Aku yang terlalu banyak menuntut harus ini itu, Cerita harus berjalan sesuai dengan alur dikepala, karena apa? Anxiety, cemas akan kemungkinan dan menghindari hal yang aku parnokan (kesedihan, penghianatan, trauma-traumaku) agar tak terjadi dan menimpa diriku.  Namun, keberharusan ini ternyata menyiksaku pelan-pelan.  Raga ini tidak nyaman untuk sekedar hidup dan menghirup nafas. Kecemasan menghantui, dan peraturan ketat yang seakan takut dilanggar membuat aku menjadi orang yang garang. Padahal semuanya, semua cerita yang terjadi hanya sementara, baik sedih atau bahagia

If they would they will

 Yapps... I think thats actually true.  Ketika kita menginginkan seseorang untuk menelepon kita, bahkan ketika kita sudah meninggalkan pesan bahwa kita ingin berbicara dengannya ... namun, jika dia tidak inggin ya keinginan yang kamu harapkan tidak akan terjadi.  Go back to the title "If they would, they will" jika mereka ingin berbicara denganmu  bahkan tanpa kamu pinta sekalipun logikanya dia pasti bakal menghubungi kamu, dan meninggalkan pesan tentunya untuk "can we talk?" So, at this moment I just reminer my self that stop wait, stop beeging. Kamu udah terlalu sering menunggu   Kamu udah terlalu sering memohon  Bahkan untuk sekelas kamu sebagai kaum perempuan. I don't know, aku hanya ga bisa buat utarain langsung what I feel until now. Hanya lewat seutas di blog ini. Dan yang aku tahu mustahil untuk dia tahu.  I feel that, aku seperti sudah kehabisan bensin untuk menunggumu dan mencarimu. 

Ketika kita sakit

 Ketika kita sakit, baru mulai mencoba untuk memahami Tubuh. Kenapa ia bisa sakit, ada yang salah, bagian mana yg menyebabkan sakit? Kita disaat sehat  sering lupa, untuk hati-hati. Hati-hati saat makan, hati-hati saat lupa minum, hati-hati untuk tidak membebankan pikiran terlalu banyak kepada Tubuh.  Ia juga punya takaran untuk bisa menerima pressure. Maaf ketika sakit aku hanya bisa bilang maaf kepada Tubuhku, maaf sudah mengabaikanmu. Aku terlalu banyak memikirkan ini itu, sehingga lupa ada tubuhku yang harus aku jaga dan rawat.  Maaf untuk jarang meminum air  Maaf untuk sering duduk dan kurang aktifitas   Maaf untuk dimasa produktifku dulu disaat umur belasan tahun, terlalu banyak mengkonsumsi daging  kurang sayur dan buah .  Kali ini, ijinkan aku untuk lebih aware dan peduli, ijinkan aku untuk merawat dan Tuhan bantu untuk menjaga   Jujur, kali ini selera makan hilang  apa yang bisa aku perbuat ? Berat badanku turun drastis, 47kG maaf Tuhan aku sadar disaat Berat badan 56 aku yang

Wanna love myself more than Yesterday

 Selasa, 8 Juni 2021 Hi Devi... berkat Tuhan pelan-pelan kamu tahu apa arti dan tujuan hidup kamu disini.  Selama ini abai ya... Hingga meraung menangis karena tersesat  Nature : secara alami menyadari secara nyata kehidupan lebih menyehatkan daripada Dunia Maya yang memang fana dan membuat candu.  Alam mengajarkan kamu kan... lebih mencintai diri sendiri, lebih peka akan lingkungan.  Tenang... ga ada kata terlambat, karena Tuhan sayang sama kamu jadi yuk belajar lagi. Belajar jadi manusia yang lebih baik untuk "diri kamu".  Kembali ke alam  Rasakan kasih sayang Tuhan  Peduli pada diri sendiri dengan menyayangi diri kamu yang sudah bertumbuh sejauh ini.  Gak mudah lho ... Harus *Bersyukur* ya Dev.  G nite.

Kehidupan, yang dirasakan dan terjadi karena sebabNya

 Tuhan, begitu banyak luka yang disaksikan dan dialami kami hidup disini. Isak tangis kadang sering tak bisa dibendung rasa frustasi dan amarah seakan melekat namun kini ketika menyadari tentang Mu, menyadari walau sesar butir pasir akan makna hidup kehidupan ini, aku serahkan diriku ini kepadaMu. Tunduk hati dan rendah hati, bagaimanapun yang terjadi disini di dunia material ini aku hanya akan berserah pada Sang Pencipta, Sri Krishna. Bertahun-tahun, kelahiran demi kelahiran, entah kenapa sebelum mengenalMu aku menjadi orang yang sangat jahat, hatiku ditutupi awan yang sangat pekat. Seakan-akan hati ini tidak peka dan tidak ada rasa kasih dan cinta, baik kepadaMu apalagi kepada makhluk hidup lain. Tutur kata yang membuat sakit hati, tingkah laku yang jauh dari 4 prinsip Veda, kini menjadi boomerang bagiku karena aku sadari tindakanku itu dosa besar. Membuat luka dihati mereka  yang mana adalah bagian dari diriMu sendiri.  Kini, ijinkan aku untuk bisa mencintai Mu dengan sepenuh hatiku